Selamat Datang di Mall-Baby.com Toko Online Terpercaya :)

Mengatasi Kebiasaan Mengamuk Si Kecil


13 Desember 2013

Bahagianya melihat si kecil mulai tumbuh besar, namun seiring dengan itu, ternyata ada sifat-sifat sang buah hati yang mulai membuat Anda sedikit pusing dan kerap jengkel dibuatnya. Salah satunya adalah cepat ngambek, bahkan sampai mengamuk. 

Kebiasaan mengamuknya ini semakin menjadi apabila ada keinginannya tidak dituruti, yang paling merepotkan saat terjadi di ruang publik. Duh, kalau bisa Anda tentu ingin menutupi wajah akibat malu, karena tabiat si kecil menarik perhatian banyak orang. Jika begini, bagaimana sih cara mengatasi kebiasaan buruknya ini ya?

1. Jangan biarkan anak melihat sinyal ketakutan Anda
Kalau sudah merasa emosi karena si kecil ngambek, sebaiknya Anda bersikap tenang. Sekalipun tak tega melihat air matanya, jangan biarkan si kecil 'mencium' ketakutan Anda. Misalnya, wajah yang mengencang, tangan berkeringat, dan lainnya. Tenangkan diri, tarik nafas, dan jangan bereaksi berlebihan saat ia berulah.

2. Jangan melihat matanya
Dengan kata lain, jangan perhatikan amukannya. Pura-pura saja tidak memerhatikannya, terutama di bagian mata. Saat memandang matanya yang menghiba dan penuh air mata, Anda pasti akan segera luluh dan membuat Anda menuruti keinginannya.

3. Tenangkan 
Pasti memalukan ketika Anda dan keluarga sedang makan bersama di restoran, dan si kecil terus menangis. Kalau sudah begini, ajak si kecil keluar dan tenangkan dia. 

4. Kendalikan buah hati Anda
Mengendalikan anak kecil yang sedang mengamuk memang menjadi tantangan yang besar. Bayi yang mengamuk biasanya akan melemparkan barang-barang ke seluruh ruangan. Kendalikan dan pegang dia erat-erat dan bersiaplah untuk sedikit "akrobatik" dan mengikuti gerakannya. 

5. Pastikan ia cukup tidur
Balita yang kurang tidur biasanya lebih sering ngambek dibandingkan yang cukup tidur. Pastikan si kecil cukup tidur agar tak mudah ngambek.

6. Tak masalah kalau memberinya hukuman
Jangan merasa menjadi orangtua yang buruk karena tak menuruti keinginan si kecil sampai akhirnya ia ngambek. Ingatlah, bahwa hal ini adalah bagian normal dari perkembangannya. Biarkan pasangan Anda yang mengambil alih sementara atau memberinya hukuman di kamar. 

7. Cari tahu pencegahannya
Ketahuilah apa yang memicu kemarahannya, dan cegahlah hal ini terjadi. Perhatikan apakah hal ini selalu terjadi dalam sehari, dan selalu terjadi saat ia lapar atau bosan? kalau sudah tahu penyebabnya, Anda bisa mencegahnya.

8. Beri tahu mereka bahwa Anda mencintainya
Ketika anak telah kembali tenang, peluk dan cium mereka. Biarkan mereka tahu bahwa Anda mencintai mereka.

Sumber :

Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Syafrina Syaaf



Baca juga
  » 1 Januari 2016
Yang Harus Dilakukan Agar Balita Tidak Rewel Setelah Imunisasi
saat imunisasi, dokter akan memberikan obat penurun panas

  » 10 Desember 2015
4 Tanda & Gejala Awal Autisme pada Bayi
Ketika seorang anak didiagnosis dengan autisme ringan atau autisme parah, terkadang orangtua mereka mengklaim bahwa anaknya tidak menunjukkan tanda-tanda autisme pada masa bayi.

  » 8 Desember 2015
Mengapa ASI Semakin Sedikit?
Adapun cara kedua untuk meningkatkan ASI adalah dengan menggunakan pompa ASI

  » 7 Desember 2015
Persiapan Menjelang Persalinan Agar Tenang
Setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan anda mengenai pilihan metode persalinan anda lebih siap

  » 3 Desember 2015
Bahaya kah bila air ketuban merembes ?
Seberapa banyak volume cairan yang merembes keluar yang diakibatkan oleh robeknya selaput ketuban