Selamat Datang di Mall-Baby.com Toko Online Terpercaya :)

Manfaat VS Risiko Bedah Sesar


31 Juli 2015

Manfaat VS Risiko Bedah Sesar

Operasi sesar adalah melahirkan bayi melalui bedah sayatan di dinding perut dan dinding rahim ibu. Kelebihan atau manfaat operasi sesar yang utama adalah mengurangi bahkan menghindari rasa sakit dibandingkan saat melahirkan secara normal. Manfaat operasi sesar yang satu ini memang sering menjadi alasan utama para ibu. Waktu yang diperlukan untuk ibu melahirkan bayi juga relatif cepat, sekitar setengah jam saja. Selain itu, kelebihan operasi ini antara lain bisa memilih tanggal kelahiran bayi dan bagian kewanitaan ibu juga lebih terlindungi. 
Operasi sesar mungkin direncanakan jika ada tanda-tanda melahirkan secara normal akan berisiko bagi ibu dan bayi, atau tidak direncanakan (darurat) jika ada masalah selama persalinan. Jika Anda tidak memiliki masalah serius dengan kehamilan dan persalinan, melahiran secara normal (melalui vagina) adalah cara yang paling aman untuk ibu dan bayi. 

Kapan Diperlukan?
Operasi sesar bisa direncanakan ataupun tidak direncanakan (darurat). Dalam beberapa situasi, sesar mungkin satu-satunya pilihan yang aman bagi ibu dan bayi jika dokter menemukan masalah medis. 

Alasan membutuhkan operasi sesar yang tidak direncanakan atau darurat meliputi:
-    Kesehatan bayi terancam karena kekurangan oksigen.
-    Bayi memiliki kelainan atau mengalami stres (fetal distress), hal ini  terlihat pada denyut jantung yang lemah.
-    Letak plasenta rendah, sehingga menutupi seluruh jalan lahir (disebut juga plasenta previa). 
-    Mengalami cord prolapse, yakni tali pusat mendahului bayi keluar rahim dan bayi mengalami kesulitan lahir.
-    Kontraksi terlalu lemah atau berhenti.
-    Terjadi pendarahan yang terlalu banyak dan membahayakan ibu.
-    Bayi dengan berat mendekati atau di atas 4,5 kg.

Jika dokter menemukan masalah pada saat kehamilan atau sebelum proses persalinan dimulai, operasi sesar mungkin menjadi pilihan dokter. Berikut alasan dibutuhkannya operasi sesar yang direncanakan:

-    Ibu bermasalah dengan kesehatan seperti hipertensi dan diabetes. 
-    Bayi sungsang.
-    Ibu mengandung bayi kembar.
-    Ibu memiliki penyakit infeksi yang mungkin akan menular pada bayi selama proses persalinan normal.
-    Ada riwayat operasi pada rahim yang menembus endometrium, seperti operasi tumor kandungan (miom), atau ibu melahirkan melalui operasi sesar pada kehamilan sebelumnya. 

Risiko Operasi Sesar
Operasi sesar aman untuk ibu dan bayi. Namun seperti operasi besar lainnya, sesar juga memiliki risiko medis untuk ibu dan bayi. Wanita yang mengalami obesitas memiliki peningkatan  risiko komplikasi. Operasi sesar yang direncanakan sebelum tanggal jatuh tempo meningkatkan risiko prematuritas dan gangguan pernafasan pada bayi. Prematuritas dan sindrom gangguan pernafasan berkaitan dengan sejumlah komplikasi yang mungkin membuat bayi Anda membutuhkan perawatan intensif. 

Risiko pada Ibu
Pada ibu risiko medis meliputi:
-    Anestesi komplikasi, yakni reaksi alergi terhadap obat anestesi. Dalam kebanyakan kasus anestesi regional (lokal) dianggap lebih aman daripada anestesi umum.
-    Perdarahan. Beberapa pembuluh darah yang dipotong dan kemudian dijahit lagi selama operasi bisa membuka dan menyebabkan perdarahan internal.
-    Pembekuan darah bisa terjadi pada urat darah halus di bagian kaki atau organ panggul. Jika bekuan ini mengalir ke paru-paru, terjadilah emboli paru-paru. 
-    Infeksi bekas jahitan. Dibanding luka persalinan normal, luka operasi sesar  lebih besar dan berlapis-lapis. Jika penyembuhan tak sempurna, luka lebih mudah terinfeksi kuman sehingga menjadi lebih parah. 
-    Pemulihan  persalinan sesar lebih lama dari persalinan normal (3 bulan).
-    Komplikasi psikologis. Operasi sesar bisa menunda interaksi dan ikatan antara ibu dan bayi yang baru lahir. 
-    Kematian ibu mencapai dua hingga empat kali lebih besar dibandingkan kelahiran normal. Dokter juga harus ditanya tentang kemungkinan adanya komplikasi dan berbagai risiko lainnya. 

Koleksi Baju Bayi LucuKlik Disini
BOX
Sebaiknya Anda Tahu: 
-    Bayi yang lahir melalui operasi sesar cenderung menjadi gemuk saat mereka tumbuh dewasa, dibandingkan bayi yang lahir secara normal. Demikian hasil sebuah studi yang dilakukan di Inggris, yang melibatkan lebih dari 10 ribu anak.
-    Penelitian lain menunjukkan bayi yang lahir dengan sesar  lebih rentan terkena asma ketimbang yang lahir normal.
-    Faktanya, ada risiko kesehatan yang dikaitkan dengan operasi sesar. Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang lahir dengan operasi sesar berisiko lima kali terkena alergi di usia 2 tahun ketimbang bayi yang lahir normal. 

BOX
Perawatan dan Pemulihan Setelah Operasi Sesar
Dibanding persalinan normal, perawatan dan pemulihan pasca sesar membutuhkan waktu lebih lama. Tip berikut ini  bisa membantu Anda memulihkan kondisi kesehatan pasca operasi:

# Tidak mengangkat beban berat
Selama masa pemulihan, jangan mengangkat benda yang beratnya melebihi bayi Anda hingga 6 minggu. Otot perut Anda butuh waktu untuk kembali pulih.

# Aktif bergerak
Jika efek bius berangsur-angsur menghilang, lakukan banyak gerakan, seperti berjalan-jalan kecil. Ini bertujuan untuk memperkuat otot-otot. Minta temani suami atau kerabat Anda berjalan-jalan di sekitar rumah kalau Anda merasa masih goyah atau tak nyaman.

# Menyusui 
Anda bisa menyusui Si Kecil dengan cara memiringkan tubuh ke satu sisi dan bayi dibaringkan di dada menghadap Anda. Isapan bayi akan merangsang kontraksi rahim sehingga waktu pemulihan bisa lebih cepat.

# Mengurangi nyeri pada luka jahitan
 Lakukan teknik relaksasi dengan cara menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan-lahan saat nyeri timbul. Lakukan senam nifas, mulai dari latihan menggerakkan leher, kepala, bahu, lengan dan kaki. 

# Makan banyak serat
Konstipasi adalah masalah besar bagi wanita usai operasi sesar. Konsumsi makanan kaya serat dan banyak minum air putih untuk mengatasi masalah tersebut.

Teks : Yeni Umardin

Sumber : http://www.familyguideindonesia.com/joomla-pages/maternity/item/559-manfaat-vs-risiko-bedah-sesar



Baca juga
  » 1 Januari 2016
Yang Harus Dilakukan Agar Balita Tidak Rewel Setelah Imunisasi
saat imunisasi, dokter akan memberikan obat penurun panas

  » 10 Desember 2015
4 Tanda & Gejala Awal Autisme pada Bayi
Ketika seorang anak didiagnosis dengan autisme ringan atau autisme parah, terkadang orangtua mereka mengklaim bahwa anaknya tidak menunjukkan tanda-tanda autisme pada masa bayi.

  » 8 Desember 2015
Mengapa ASI Semakin Sedikit?
Adapun cara kedua untuk meningkatkan ASI adalah dengan menggunakan pompa ASI

  » 7 Desember 2015
Persiapan Menjelang Persalinan Agar Tenang
Setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan anda mengenai pilihan metode persalinan anda lebih siap

  » 3 Desember 2015
Bahaya kah bila air ketuban merembes ?
Seberapa banyak volume cairan yang merembes keluar yang diakibatkan oleh robeknya selaput ketuban